Senin, 18 Februari 2013

Koneksi internet, seberapapun juga akan tetap mencapai titik dimana dia dianggap lambat. Dulu koneksi internet kampus yang cuman 32kbps saja sudah laku laris manis dijual seharga Rp 4.000,-. Sekarang, warnet Speedy yang 2MBps aja sudah banting harga menjadi Rp 3.000,-. Intinya, kalo nurutin keinginan, seberapapun cepat koneksi tetep aja kurang..
Bagi pengguna internet yang punya koneksi terbatas dan tidak memiliki jaringan dan server yang bisa me-manage bandwith dengan baik, koneksi 152kbps sekelas GPRS kelas 10 tentu akan terasa lambat dibandingkan dengan warnet-warnet sekarang. Bahkan pengguna 3G seperti Smart, Indosat, Telkom (dengan berbagai variannya) juga akan merasakan penurunan kecepatan seiring dengan semakin banyaknya pengguna jasa yang sama. Belum lagi kalo bicara soal pembatasan quota bandwith.
Sekarang, tinggal kita yang dituntut untuk pandai-pandai mengoptimalkan koneksi tersebut. Gimana caranya biar cepet, kuota nggak gampang habis. Nah, kali ini saya akan ulas sedikit tentang Squid Proxy yang bisa dijalankan di Windows. Dengan program ini, Anda bisa melakukan dua hal; penghematan bandwith sekaligus mempercepat koneksi Anda. Kok bisa?
Sekedar ilustrasi, beberapa waktu lalu saat saya masih gemar bermain Travian –salah satu game online– agar dapat selalu memantau perkembangan, saya gunakan koneksi internet GPRS Starone dengan menggunakan HP murah, Haier C6000. Koneksi murah meriah ini tentu sepadan dengan harganya, di tempat saya, saya cuman dapet 2 bar dengan kecepatan maksimal 152kbps, praktisnya sekitar 96kbps saja. Tentu saja jika saya cuman mengandalkan koneksi ini, saya nggak bakal bisa menampilkan web Travian dengan cepat. Namun dengan sedikit upaya, Squid proxy proses loading situs favorit tersebut bisa meningkat hingga tiga kali lipat. Bagaimana logikanya?

CARA KERJA SQUID PROXY
Tiap kita mengakses situs sebenarnya yang kita lakukan adalah mendownload semua data berupa tulisan, link, teks, gambar dan file lain dalam halaman tersebut. Dalam proses standar, semua file ini akan disimpan dalam file temporer browser. Namun pada prakteknya, tiap kita membuka halaman yang sama, kita tetap mendownload file yang sama, berulang kali. Anggap saja suatu halaman web berukuran total 500KB, maka jika kita membuka halaman tersebut sepuluh kali dalam sehari maka kita akan menggunakan bandwith sebesar 500KB x 10 = 5MB!
Proxy atau juga yang disebut Squid sebenarnya adalah program yang dikembangkan dalam dunia Linux yang bekerja efektif mengelola file temporer. Saya menemukan SquidNT yang dikembangkan dari versi linuxnya oleh Guido Serassio. Cara kerjanya sama dengan Squid di Linux, yakni dengan otomatis menyimpan semua file yang kita download saat mengakses situs di dalam satu file temporer yang disebut cache. Di sana semua konten, alamat, teks, gambar dan halaman web disimpan. Pada saat kita mengakses situs untuk pertama kali, squid akan secara otomatis menyimpannya dan membuat link bayangan agar saat halaman yang sama dibuka untuk kedua kali, browser tidak langsung mendownload dari situs aslinya. Melainkan mendownload dari cache squid yang notabene ada di PC/LAN. Sehingga halaman web akan lebih cepat terbuka. Jika kita sering membuka halaman yang sama, prosesnya akan jauh lebih cepat saat kedua kali dan seterusnya..
Sekarang kita lihat, berapa perhitungan bandwithnya. Suatu halaman sebesar 500KB, berisi halaman web sederhana dan berbagai gambar. Squid hanya akan mendownload kode HTML nya saja dan menyaring semua informasi yang ada di dalamnya. Jika dalam screening ini semua data pendukung (gambar, skrip, file) sudah ada di cache, bandwith Anda tidak akan lebih besar dari 100Kb bahkan lebih kecil lagi. Anggap saja kita lakukan refresh selama 10 kali maka hasil yang didapat adalah: 100KB x 10 =  2MB saja. Anda bisa menghemat bandwith menjadi 1/5 bahkan lebih kecil lagi!
Itulah mengapa, dulu saya tetep bisa maen Travian dengan lancar, meski cuman pake GPRS dengan kecepatan 152kbps.. hehehe.
INSTALASI DAN SETTING SQUID
Untuk memulai instalasi, silakan download dulu SquidNT. Anda bisa mendapatkan SquidNT ini di sini atau dari situs Acme Conlsulting langsung. Jika Anda berencana menggunakan squid untuk Windows Server, silakan tunggu artikel berikutnya yang akan membahas hal tersebut secara lebih detail.

Selanjutnya langkah instalasi:
1. Ekstrak file Squid-2.7STABLE7.bin yang telah Anda download. Saya sarankan Anda ekstrak ke c:\squid\ untuk lebih mempermudah Anda mengikuti tutorial ini.
2. Lihat dan perhatikan isi folder c:\squid\etc\. Disana ada beberapa file konfigurasi default squid sebagai berikut:
- cachemgr.conf.default
- mime.conf.default
- squid.conf.default
- squid_radius_auth.conf.default
Yang perlu Anda lakukan adalah, me-rename keempat tersebut menjadi:
- cachemgr.conf
- mime.conf
- squid.conf
- squid_radius_auth.conf
3. Buka file squid.conf dengan editor teks. Anda bisa gunakan Notepad, Wordpad atau program pihak ketiga seperti Notepad++. Temukan tulisan TAG: http_port. Pastikan di bagian bawah TAG ini sudah ada tulisan http_port 3128 sehingga tampak seperti berikut:
# TAG: http_port
# Usage: port [options]
# hostname:port [options]
…
# If you run Squid on a dual-homed machine with an internal
# and an external interface we recommend you to specify the
# internal address:port in http_port. This way Squid will only be
# visible on the internal address.
#
# Squid normally listens to port 3128
http_port 3128
4. Temukan TAG: visible_hostname, tambahkan tulisan visible_hostname localhost di bagian bawah tag ini. Anda boleh menghapus tulisan # none. sehingga tampak seperti berikut:
# TAG: visible_hostname
# If you want to present a special hostname in error messages, etc,
# define this. Otherwise, the return value of gethostname()
# will be used. If you have multiple caches in a cluster and
# get errors about IP-forwarding you must set them to have individual
# names with this setting.
#
#Default:
visible_hostname localhost
5. Temukan http_access allow localnet. Tambahkan http_access allow localhost di bawahnya menjadi:
# Example rule allowing access from your local networks.
# Adapt localnet in the ACL section to list your (internal) IP networks
# from where browsing should be allowed
http_access allow localnet
http_access allow localhost
6. Temukan TAG: dns_nameservers, pada tulisan dns_nameservers. Pada bagian bawah tag ini, isi dengan alamat DNS dari ISP yang Anda gunakan dengan format dns_nameservers [primary DNS] [secondary DNS]. Dalam hal ini saya menggunakan ISP speedy Wilayah Jatim maka akan tampak sebagai berikut:
# TAG: dns_nameservers
# Use this if you want to specify a list of DNS name servers
# (IP addresses) to use instead of those given in your
# /etc/resolv.conf file.
# On Windows platforms, if no value is specified here or in
# the /etc/resolv.conf file, the list of DNS name servers are
# taken from the Windows registry, both static and dynamic DHCP
# configurations are supported.
#
# Example: dns_nameservers 10.0.0.1 192.172.0.4
#
#Default:
dns_nameservers 202.134.1.10 61.94.192.12
Atau Anda bisa temukan DNS yang lebih tepat untuk koneksi Anda.
Akhiri dengan menyimpan file squid.conf tersebut.

7. Buka Start > Run > Ketik CMD [Enter]. Dalam Command Prompt, ketik baris perintah berikut:
c:\squid\sbin\squid.exe -z [Enter]
Jika muncul pesan popup Windows Security Alert, pilih Unblock untuk memberi akses kepada instalasi Squid Proxy.

8. Selanjutnya, ketik perintah berikut:
c:\squid\sbin>squid.exe -d l -D [Enter]
Tunggu beberapa saat kemudian tekan CTRL + C.

9. Ketik perintah berikut:
c:\squid\sbin>squid.exe -i [Enter]
c:\squid\sbin\squid.exe -O -D [Enter]
Setelah mengetik keempat baris perintah di atas, layar Command Prompt Anda seharusnya akan tampak seperti berikut ini:

10. Jalankan Service Panel  melalui Control Panel > Administrative Tools > Services. atau
Start > Run > ketik Services.msc [Enter]

11. Selanjutnya, Ubah setting Browser Anda. Arahkan proxy pada browser anda ke alamat localhost dengan port 3128. Untuk Firefox, langkah setting nya tampak seperti berikut:



Secara default Squid akan menjalankan proses sendiri tiap kali PC melakukan restart. Cache squid ini disimpan dalam folder c:\squid\var\cache. Untuk melihat log file squid proxy, Anda bisa mengetikkan:
more c:\squid\var\logs\access.log [Enter]

UNINSTALL
Jika Anda ingin menghapus squid, ketikkan perintah berikut di Command Prompt.
c:\squid\sbin>squid -r -n squid [Enter]
Selesai. Gampang bukan?




Minggu, 27 Januari 2013

Sebagai Dosen yang baik, tidak sombong, rajin menabung, pintar bersepeda dan sebagainya (Aamiin)
saya posting kisi-kisi Ujian Rangkaian Logika, download di sini

Selasa, 08 Januari 2013

Server adalah ibarat pelayan yang memiliki hak untuk mengatur. Kenapa server disebut sebagai pelayan ? server disebut sebagai pelayan dikarenakan fungsi server secara keseluruhan adalah memberi layanan (service) kepada client yang saling terhubung satu sama lain dalam satu jaringan. Sedangkan fungsi server dalam mengatur adalah bagaimana server mengatur dalam memberi hak akses terhadap client yang terhubung dengan server tersebut. Contohnya hak akses internet, akses directory, dll
  • Selengkapnya download disini

Kamis, 06 Desember 2012

Assalaamu’alaikum saudaraku, sudah lama rasanya tidak posting tentang software jadi kangen untuk berbagi tips bagi sobat semua. Kali ini saya akan sedikit membahas atau review tentang pengalaman saya menggunakan tool software yang menurut saya sangat powerfull dan belum ada bandingnya sampai saat ini, ini murni pendapat saya lho. Nama software tersebut adalah Hiren’s bootcd. Bagi para teknisi tentunya tidak asing dengan tool tersebut, karena kehandalannya dalam menangani kasus-kasus yang tidak dapat terselesaiakan dengan utak-atik operating sistem secara langsung maka tool hiren’s ini patut untuk diperhitungkan.

Saya pribadi yang setiap hari berkutat dengan berbagai permasalahan seputar troubleshooting Operating system tentunya sangat terbantu sekali dengan tool ini. Ada kebanyakan para teknisi bila ada suatu permasalahan dengan konsumen yang mengeluh OS-nya error baik itu kena virus, registry yang bermasalah, bootsector yang corrupt, hilangnya salah satu file penting OS, driver yang tidak kompatible dan lain sebagainya si teknisi akan main Install ulang OS tanpa mau kerepotan dan inginnya yang simple-simple aja agar OS konsumen cepat sehat. Bagi saya, cara instan seperti install ulang Operating system tidaklah begitu istimewa, konsumen yang tidak ngerti-pun akan ho’oh aja bila disuguhi kata ‘install’ oleh teknisi karena ketidaktahuannya. Padahal ada hal sepele yang menyebabkan OS tidak bekerja sebagaimana mestinya, dan itupun seharusnya bisa diatasi teknisi dengan tool-tool yang bertebaran di dunia maya tanpa instalasi Ulang atau fresh installation.
Dengan menggunakan software hiren’s bootcd saya lebih menyukai karena dengan kemampuannya yang bisa me-load windows dengan engine dari internal bootcd-nya. Jadi bila ada permasalahan seperti virus, komponen boot yang hilang ataupun ingin menghapus file yang bandel gak dapat dihapus dari OS-nya maka di miniXP hiren’s itu tidak menjadi masalah, Tinggal melakukan aksi repair sana sini. Fitur miniXP yang dapat di load langsung dari cd ataupun flashdisk merupakan kesukaan saya waktu ingin utak-atik file-file windows.

Di dalam Hiren’s tertanam puluhan tool yang sudah terkompresi dan ringan waktu loadingnya. Tool-tool tersebut kebanyakan free alias tak berbayar. Jadi sobat semua bisa menggunakannya tanpa takut masalah lisensi ataupun tanpa perlu repot-repot instalasi tool sat per satu. Di bawah ini saya Cuplikkan Folder Root dari fitur-fitur yang diusung si ‘hiren’s’ yang terbaru versi 15.1 , File tersebut bila diunduh sebesar 500MB. Saya tidak akan menuliskan satu persatu tool-nya karena akan memakan banyak ruang dalam postingan. Silahkan bagi yang ingin menengok fitur apa saja yang tertanam di dalam satu Cd hiren’s langsung menuju ke beranda vendor-nya.

Fitur Hiren's Bootcd 15.1 (500MB)

All in One Bootable CD which has all these utilities:
  • Antivirus Tools
  • Backup Tools
  • BIOS / CMOS Tools
  • Browsers / File Managers
  • Cleaners
  • Device Driver Tools
  • Editors / Viewers
  • FileSystems Tools
  • Hard Disk Tools
  • MBR (Master Boot Record) Tools
  • Ms Dos Tools
  • Network Tools
  • Optimizers
  • Other Tools
  • Partition Tools
  • Password Tools
  • Process Tools
  • Recovery Tools
  • Registry Tools
  • Remote Control Tools
  • Security / Encryption Tools
  • Startup Tools
  • System Information Tools
  • Testing Tools
  • Tweakers
Hiren's bootcd bisa diunduh gratis tanpa lisensi, walau ukuran unduhan besar sekitar 500MB tapi saya kira sebanding dengan hasil yang kita dapat dengan cukup mengantongi satu tool dengan berbagai banyak aksinya. untuk sobat yang ingin mengunduhnya silahkan menuju ke penyedianya atau melalui link berikut ini Hiren's Bootcd 15.2.
*)Update Hiren's BootCD 15.2
Seandainya sobat mau booting via usb, caranya bisa klik disini
Saya cukupkan sampai disini tentang review tool hiren-nya, semoga postingan yang singkat ini bisa sedikit memberi pencerahan bagi sobat-sobat semua dalam memilih software repair yang handal. post diatas murni pengalaman saya sebagai pengguna, wassalaamu'alaikum, salam semangat untuk semua.

Rabu, 28 November 2012

Latar belakang masalah penelitian (research background) adalah bagian pertama dan sangat penting dalam menyusun tulisan ilmiah, baik dalam bentuk paper atau tesis. Latar belakang masalah penelitian menjelaskan secara lengkap topik (subject area) penelitian, masalah penelitian yang kita pilih dan mengapa melakukan penelitian pada topik dan masalah tersebut (Berndtsson et al., 2008). Sayangnya, tidak banyak mahasiswa yang berhasil membuat latar belakang masalah penelitian dengan baik, sebagian karena masalah penelitiannya memang tidak jelas dan mengada-ada, sebagian lagi karena copy-paste sana sini sehingga alur paragrafnya menjadi kacau, dan sebagian lagi karena gagal melandasi alasan melakukan penelitian itu (males baca literatur). Saya coba membuat tulisan ini, khususnya untuk mempermudah mahasiswa bimbingan saya di bidang komputer (computing), yang sering galau  dalam membuat latar belakang masalah pada tesis mereka :) .

Baca Lengkap :
http://romisatriawahono.net/2012/06/18/kiat-menyusun-alur-latar-belakang-masalah-penelitian/